Cara Mengasah Kecerdasan Spiritual Anak dengan Mengajarkan Puasa

Cara Mengasah Kecerdasan Spiritual Anak dengan Mengajarkan Puasa

Bulan Ramadhan jadi salah satu momen yang dinantikan oleh umat muslim di segala dunia. Tidak hanya melaksanakan puasa, umat Islam pula terbiasa tingkatkan amalan ibadah pada bulan ini. Bulan Ramadhan pula bisa jadi peluang untuk para orang tua buat mengarahkan kepada anak- anaknya metode berpuasa cocok ajaran Islam.

Walaupun puasa mewajibkan buat menahan lapar serta dahaga semenjak terbit fajar sampai matahari terbenam, ibadah ini masih dapat dianjurkan kepada kanak- kanak cocok dengan keahlian mereka seperti mengajarkan manfaat bunga sakura. Untuk kanak- kanak yang belum sanggup menahan lapar serta haus sepanjang seharia, mereka dapat diajak berpuasa sepanjang sebagian jam saja.

Butuh dikenal, sebagaimana dikutip halaman Departemen Kesehatan, puasa pula dapat membagikan beberapa khasiat untuk kesehatan badan. Paling tidak terdapat 3 khasiat puasa untuk kesehatan.

Awal, puasa jadi momentum untuk badan buat bisa melaksanakan proses detoksifikasi, ataupun pembuangan zat- zat beracun yang tidak dibutuhkan, secara lebih maksimal. Kedua, berpuasa pula dapat membagikan waktu pada sel- sel dalam organ badan buat melaksanakan proses re- genarisi dengan baik.

Ketiga, puasa bisa tingkatkan sistem imunitas badan sebab guna dari sel- sel getah bening hendak membaik.

Tidak hanya itu, puasa bisa pula jadi fasilitas mengasah kecerdasan spiritual pada kanak- kanak yang baru belajar melaksanakan ibadah ini. Para orang tua umumnya telah menguasai gimana metode mengelola kecerdasan spiritual.

Tetapi kanak- kanak masih memerlukan tutorial buat meningkatkan kecerdasan spiritual. Dalam novel Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Anak Lewat Pendidikan Membaca Sastra( 2014), disebutkan kalau konsep kecerdasan spiritual awal kali timbul dari hasil studi Danah Zohar serta Ian Marshall pada akhir Abad 20.

Kecerdasan spiritual dimaknai bagaikan keahlian mengalami sekalian membongkar permasalahan arti serta nilai dalam kehidupan.

Kecerdasan spiritual menempatkan sikap serta hidup manusia dalam konteks arti yang lebih luas serta kaya( Hlm. 21). Kecerdasan spiritual dibutuhkan buat membuat guna kecerdasan intelektual serta kecerdasan emosional secara lebih efisien.

Pengembangan kecerdasan spiritual semenjak dini pada kanak- kanak dapat dicoba dengan beberapa metode. Salah satunya dengan mengarahkan ibadah puasa.

Metode tersebut dapat dimulai dengan membagikan uraian kepada kanak- kanak tentang berartinya melaksanakan ibadah puasa, spesialnya pada bulan Ramadhan. Kemudian, orang tua dapat membagikan pengetahuan soal waktu berpuasa serta metode melaksanakan ibadah ini.

Buat mengasah kecerdasan spiritual anak, para orang tua dianjurkan buat mengarahkan metode beribadah puasa kepada buah hati mereka semenjak umur 4 tahun. Kanak- kanak bisa dibimbing buat melakukan ibadah puasa secara bertahap.

Misalnya, mulai dari berpuasa separuh hari, setelah itu puasa sampai jam 3 sore, kemudian puasa secara penuh. Kamu dapat membagikan reward kepada anak apabila menggapai sesuatu tahapan puasa yang lebih besar. Reward yang diberikan pastinya dapat yang berhubungan dengan ilmu kerohanian semacam mainan interaktif yang bermanfaat buat belajar agama.

Ibadah lain yang dicoba sepanjang puasa pula berarti dianjurkan kepada anak. Para orang tua dapat bisa membagikan uraian kepada kanak- kanak tentang beberapa tipe ibadah harus serta sunnah, semacam sholat fardhu, sholat tarawih, membaca Al- Quran serta lain sebagainya.

Kala orang tua telah terbiasa mengarahkan ibadah puasa kepada kanak- kanak, buah hati mereka hendak mengingat seluruh perihal itu sampai beranjak berusia. Dengan demikian, kecerdasan spiritual anak mulai terasah.

Kecerdasan Spiritual tidak cuma bermanfaat buat mendekatkan anak pada Tuhan tetapi pula bisa membuat mereka lebih mencintai area, sesama manusia serta makhluk hidup yang lain.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *